Selasa, 25 November 2008

live in kota di bantar gebang









10 November 2008

Ini adalah hari pertama, saat berkumpul di Kanisius semua berkumpul dimana kami menunggu metromini yang akan kami tumpangi untuk tiba di kanisius. Sebelum berangkat pun ada briefing terakhir di lapangan sepakbola, setelah itu kami semua menaiki metromini sesuia dengan kelurahan yang akan kami tempati yakni cikiwul dan Cikerting udik.
Di perjalanan hatiku sangat was-was karena saya belum mengetahui bagaimanakah lingkungan di sana.
Di sana kami dikumpulkan di sebuah sekolahan bernama ST.Lucia, disana kami dikelompokan lagi berdasarkan letak rumah kami. Saya dan Asaf ditempatkan di tempat Bapak Andreas. Rumahnya hanyalah Rumah kontrakan yang berukuran 3x5 meter. Saya dan asaf cukup kaget melihat keaadaan Rumah mereka. Keluarga pak Andreas terdiri dari 3 orang yak ni pak andreas, Bu Dwi istrinya dan anaknya bagas yang baru berusia 3,5 tahun.
Setelah kami menaruh barang-barang kami, kamipun beristirahat sebantar lalu mencoba untuk mengitari daerah cikiwul sekalian untuk mencari rumah-rumah yang ditempati oleh teman-temanku.
Setalah pukul 15.00 kami semua berkumpul di Rumah pak Wanto yakni rumah yang ditempati oleh Ibu wiwik dan Suster. Disana kami di briefing sebentar sebelum kami semua pergi ke TPA atau orang-orang sekitar menyebutnya dengan “Bulog”. Selama perjalanan dimana kami harus berjalan kami sekitar 20 menit. Keadaan di sana ternyata cukup mengagetkan dengan jumlah sampah yang sampai bergunung-gunung, mana tanah juga becek karena hujan, bau juga cukup menyengat tetapi kami tidak boleh menutup hidung atau mulut karena menurut penduduk setempat itu pamali.
Setelah selesai berputar-putar di bulog kami kembali ke rumah masing-masing. Kami berbincang-bincang dengan tuan rumah hingga malam, lalu setelah mandi kami mengerjakan refleksi hari pertama sebelum tidur.


11 November 2008

Ini hari kedua, malam tadi saya tidak bisa tidur karena banyak sekali nyamuk yang berkeliaran di sana, setelah sarapan dan mandi kami semua berkumpul lagi d rumah pak wanto untuk refleksi pagi tak lupa pula kami berpamitan.
Saat refleksi kami semua menceritakan semua pengalaman kami di hari pertama, bagaimana rumah yang kami tinggali dan kejadian-kejadian menarik lainnya.
Lalu kami semua berangkat untuk melakukan kunjungan kerja ke tempat sortir plastic atau pelurusan kaleng. Dimana saya memilih untuk ke tempat sortir plastic. Di sana kami ternyata tidak diperbolehkan untuk membantu karena tidak ada pekerjaan yang benar-benar bisa kami kerjakan. Kami hanya boleh mengamati saja.
Hari ini kami pula kami memiliki tugas untuk bersosialisasi dengan penduduk setempat, saya yang menyapa beberapa orang di jalan dan berkunjung ke Rumah-rumah yang dtinggali oleh teman-temanku.


12 November 2008

Pagi hari ini kami mau mengunjungi teman kami yang ada di kelurahan Ciketing udik. Ternyata cukup jauh karena kami harus berjalan sekitar 30 menit. Ternyata keadaan lingkungan di cikiwul dan ciketing sangat berbeda, cikiwul seperti kota yang kecil, sedangkan ciketing seperti perkampungan. Disana kami hanya ngobrol-ngobrol dan bermain saja lalu sebelum makan siang kami kembali klagi ke cikiwul untuk makan dan beristirahat.
Sore harinya kami berkumpul di gereja HKBP untuk melakukan ansos dan melaksanakan penutupan dari live in ini.
Di sana kami diharuskan untukmembuat sebuah kreasi dalam kelompok, awalnya kami diharuskan untuk membuat sebuah drama sebagai apresiasi kami atas kebaikan mereka semua, tetapi kelomkok saya memutuskan untukmembuat sebuah lagu yang berisikan ucapan terima kasih atas segala sesuatu yang telah mereka berikan kepada kami.
Setelah acara itu selesai kami semua pulang ke kelurahan masing-masing alalu berbincang-bincang sebentar sampai waktu sudah sangat malam lalu kami semua tidur karena besok masih ada aktifitas lain.


13 November 2008

Ini adalah hari terakhir kami di bantar gebang, pagi hari saya habiskan bersama keluarga yang saya tinggali, kami hanya berbincang-bincang serta berpamitan karena mungkin kami tidak akan bertemu kembali, setelah itu kami berkemas-kemas dan pergi ke rumah pak wanto untuk menunggu kendaraan yang akan menjemput kami. Setibanya di HKBP kami kembali melakukan refleksi terakhir serta menuliskan pesan dan saran. Lalu kami pun menunggu untung metromini yang akan menjemput kami disana. Setibanya di kanisius kami semua pulang ke rumah masing-masing.

Kamis, 16 Oktober 2008

my profile


this is me and my friend joshnick when we back from recolection

Jumat, 10 Oktober 2008

biodata Keroro Platoon

Keroro Gunsou
Leader of Keroro Platoon


Tamama Nitouhei
the sweety boys



Giroro goucou
the war freaks





Kururu Soucou
the mad scientist



Dororo Heicou
the forgotten one


made by Alvian Reza/Xiie/4/CC